Sesungguhnya seorang pemimpin negara telah menguras kemampuannya, waktunya untuk memelihara kemaslahatan rakyatnya, dan memberikan berbagai jalan-jalan kemudahan bagi mereka, dan menolak adanya marabahaya dan kejelekan dari mereka dengan izin Allah Azza wajalla. Oleh karenanya, dialah yang memelihara kita, sebagaimana yang telah dikeluarkan Al Bukhari dalam shahihnya dari Ibnu Umar radhiallahu anhuma bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda:
" كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ الْإِمَامُ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ "
“Kalian semua adalah pemelihara, dan kalian semua akan ditanya tentang peliharaannya, seorang pemimpin akan ditanya tentang rakyatnya.”
Maka wajib bagi kita untuk mengetahui kedudukannya dan menghormatinya, bahkan mencintai apa yang telah dia tegakkan dari berbagai tugas yang berat dan tanggung jawab yang sempurna.Telah dikeluarkan Imam Muslim dalam shahihnya dari ‘Auf bin Malik Al-asyja’i berkata: bersabda Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam :
:" خِيَارُ أَئِمَّتِكُمِ الَّذِينَ تُحِبُّونَهُمْ وَيُحِبُّونَكُمْ وَتُصَلُّونَ عَلَيْهِمْ وَيُصَلُّونَ عَلَيْكُمْ "
“ Sebaik-baik pemimpin kalian adalah yang kalian cintai dan mereka mencintai kalian, kalian mendo’akan mereka dan mereka mendo’akan kalian.”
Barangsiapa yang memuliakan dan menghormati penguasanya, maka Allah akan memuliakannya pada hari kiamat, dan barangsiapa yang tidak memuliakannya, maka Allah akan menghinakannya pada hari kiamat sebagaimana yang dikeluarkan Imam Ahmad dalam musnad- nya dari Abu Bakroh berkata: aku mendengar Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda:
" مَنْ أَكْرَمَ سُلْطَانَ اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى فِي الدُّنْيَا أَكْرَمَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمَنْ أَهَانَ سُلْطَانَ اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى فِي الدُّنْيَا أَهَانَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ".
“Barangsiapa yang memuliakan penguasanya Allah tabaroaka wata’ala di dunia, maka Allah akan memuliakannya pada hari kiamat, dan barangsiapa yang menghinakan penguasanya Allah tabaroka wata’ala di dunia maka Allah akan menghinakannya pada hari kiamat.” (Sanadnya dho’if, dalam sanadnya terdapat seorang perawi yang bernama Ziyad bin Kusaib Al- Adawi. Berkata Al-Hafidz: maqbul. -pent)
Dan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menjelaskan bahwa yang ingin menemui penguasa dalam rangka memuliakannya maka senantiasa dia mendapat jaminan dari Allah Ta’ala sebagaimana yang dikeluarkan Imam Ahmad dalam musnad-nya dari Mu’adz berkata:
" عَهِدَ إِلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلمَ فِي خَمْسٍ مَنْ فَعَلَ مِنْهُنَّ كَانَ ضَامِنًا عَلَى اللَّهِ مَنْ عَادَ مَرِيضًا أَوْ خَرَجَ مَعَ جَنَازَةٍ أَوْ خَرَجَ غَازِيًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَوْ دَخَلَ عَلَى إِمَامٍ يُرِيدُ بِذَلِكَ تَعْزِيرَهُ وَتَوْقِيرَهُ أَوْ قَعَدَ فِي بَيْتِهِ فَيَسْلَمُ النَّاسُ مِنْهُ وَيَسْلَمُ "
“Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam telah menjanjikan kami lima perkara yang barangsiapa yang melakukan salah satu darinya maka senantiasa dia mendapat jaminan keamanan dari Allah: barangsiapa yang mengunjungi orang sakit, atau keluar bersama jenazah, atau keluar berperang di jalan Allah atau menemui seorang imam yang dia ingin memuliakan dan menghormatinya ataukah duduk di rumahnya agar manusia selamat darinya dan diapun selamat.” (Hadits ini dishahihkan Al-Albani dalam shahih al-jami’:3253.-pent)
Dan adalah para ulama salaf mendatangi penguasa dan menghormatinya, sebagaimana yang diriwayatkan Ad-Darimi dalam musnad-nya dari Mughiroh rahimahullah bahwa dia berkata:
" كُنَّا نَهَابُ إِبْرَاهِيمَ هَيْبَةَ الْأَمِيرِ "
“Sesungguhnya kami segan kepada Ibrohim seperti segannya kami kepada penguasa.”
Jumat, 21 Januari 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar